Alasan Dibalik Koperasi Merah Putih

Oleh : Salamuddin Daeng, Staf Khusus MenPKP 

Baru baru ini tersebar berita bahwa Rp. 8000 triliun rupiah kredit perbankkan hanya dinikmati oleh 10 keluarga saja di Indonesia. Astaga naga! Berita ini sangat memukul Bangsa Indonesia dan sangat menyesakkan hati lebih dari 100 juta penduduk miskin Indonesia.

Fakta ini sebenarnya telah lama terjadi, jauh sebelum Presiden Prabowo berkuasa, perbankkan memang hanya dikuasai, dinikmati, dimanfaatkan, digunakan segelintir orang di Indonesia. Mereka adalah juga pemilik tabungan atau simpanan di bank, mereka juga adalah pengambil kredit di bank, dukungan negara kepada perbankan sebenarnya hanyalah dukungan terhadap segelintir elite keuangan.

Presiden Prabowo ingin memindahkan uang ke rakyat. Hal itulah yang selalu menjadi motivasi dibalik semua program Presiden Prabowo. Sehingga semua program Presiden Pranowo kalau diringkas dengan satu kalimat adalah “Prabowo ingin memindahkan uang dari tangan elite ke tangan rakyat”

Pertanyaannya uang ada dimana? 1) uang ada yang lari ke luar negeri melalui sistem devisa bebas dan ini dihentikan oleh Prabowo melalui pembatasan devisa SDA. 2). Uang di APBN selama ini hanya diminati oleh segelintir elite melalui berbagai megaproyek APBN, subsidi dan insentif fiskal semua dinikmati oleh elite. Sekarang APBN untuk rakyat dalam menjaga pangan, kesehatan dan pendidikan serta perbaikan kualitas SDM geneasi mendatang. 3). Sebelumnya uang bank hanya dialokasikan kepada segelintir elite untuk Investasi dan modal elite dalam rangka mendominasi dan megeksplotasi ekonomi Indonesia, sekarang Prabowo perbankkan untuk rakyat yang bank untuk rakyat Indonesia.

Oleh karenanya rakyat tidak boleh hanya menimmati atau memperoleh kredit kelas ecek ecek, kelas bantuan pinjaman 500 ribu dengan bunga lebih dari 20 persen setahun yang sangat menyakitkan hati. Rakyat harus menimati kredit dengan bunga rendah. Namun karena rakyat sering disepelekan oleh perbankkan, dianggap tidak proper, tidak layak mendapatkan pinjaman, tidak bisa berdagang dan berbisnis. Tuduhan tidak berdasar, karena faktanya rakyat lah yang membangun ekonomi dan usaha usaha kecil yang dikerjakan oleh rakyat itulah benteng ekonomi Indonesia sampai hari ini!

Perbankkan Untuk Rakyat

Supaya rakyat ini tidak diremehkan maka Presiden Prabowo segera membangun koperasi-koperasi rakyat. Inisiatif itu datang dari atas. Mengapa? Karena itu adalah amanat Pancasila, Pembukaan UUD 1945 Pasal 33 UUD 1945. Pemerintah mensegerakan pembangunan infrastruktur koperasi yang akan digunakan untuk menggerakkan ekonomi perdesaan sekuat kuatnya. Presdien Prabowo percaya bahwa koperasi ini yang akan menjadi tumpuan ekonomi rakyat, tumpuan produksi, jalur distribusi dan sumber konsumsi. Semuanya harus dijalankan oleh koperasi.

Mengapa? Koperasi sebagai sokoguru ekonomi Indonesia sudah lama ditinggalkan, diabaikan ide dan gagasannya, bahkan bangunan bangunannya banyak yang yang menua, ditelantarkan, gudangnya dijadikan tempat olah raga atau dijadikan bioskop di kampung kampung. Intinya koperasi sebagai ide telah ditinggalkan dan diremehkan dalam tema pembangunan ekonomi.

Padahal koperasi adalah satu satunya badan yang sejalan dengan amanat pasal 33 UU 1945. Koperasi sebagai usaha bersama masyarakat pada setiap level ekonomi dalam menjalankan usaha usaha memenuhi hajat hidup mereka dengan cara bersama sama bergotong royong dalam semangat kekeluargaan. Koperasi adalah satu satunya yang sejalan dengan semangat tolong menolong yang merupakan manifestasi rasa kasih sayang diantara sesama sebagaimana Amanat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

Siapa yang harus atau paling bertanggung jawab membiayai, membina, membangun koperasi, mengawal usaha usahanya, tidak lain adalah perbankkan. Zaman baru Presiden Prabowo ini mengingatkan kita pada slogan lama para pendiri bangsa di masa lampau tentang perbankkan. Apa itu Bank sebagai agen of development selama ini bank hanyalah agen konglomerat.

Presdien Prabowo tentu bertekad bagaimana bank bank yang sebenarnya adalah milik negara dapat menjadi abdinya rakyat. Bank bank kembali ke rakyat membina koperasi rakyat, membina koperasi desa merah putih. Karena memang demikian esensi dari keberadaan perbankan. Bank harus menjadi pejuang ekonomi dalam rangka merebut kemerdekaan ekonomi sebagai bangsa.

Berita Lainnya

Ini Kata Gibran Soal Presiden Prabowo ke Rusia

Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melepas keberangkatan Presiden RI Prabowo Subianto menuju Moskow, Federasi Rusia, pada Minggu malam (12/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian...

Prabowo dan Putin Bahas Energi dan Geopolitik di Rusia

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto berangkat menuju Rusia pada Minggu malam, 12 April 2026, untuk melaksanakan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Perjalanan...

Di Balik Dapur MBG, Perjuangan Agus Menghidupi Keluarga dan Melunasi Utang

Jakarta — Pagi itu, Agus Yusuf Widodo (53) sudah sibuk membersihkan area dapur SPPG Khusus di Kabupaten Ngawi. Dengan gerakan cekatan, ia menyapu dan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS