KKP Terbitkan 1.248 Dokumen CoA Udang Budidaya untuk Tembus Syarat Ketat AS

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan 1.248 dokumen Certificate of Admissible (CoA) sepanjang November 2025 hingga 9 Januari 2025, untuk menjaga geliat udang hasil budidaya ke Amerika Serikat. 

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengungkap bahwa penerbitan dokumen CoA untuk udang budi daya merupakan salah satu syarat ekspor ke pasar AS yang ditetapkan sejak awal tahun 2026. Seluruh produk udang budi daya yang tiba per 1 Januari di AS, harus dilengkapi sertifikat tersebut. 

“Udang budi daya Indonesia yang diekspor ke AS semuanya telah memenuhi ketentuan comparability finding yang setara dengan program AS dalam mengurangi by catch (tangkapan sampingan-red) mamalia laut sesuai dengan Undang-undang mereka MMPA yang menjadi salah satu syarat impor,” tutur Ishartini dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (17/1).

Komoditas udang yang dimaksud meliputi udang hidup, segar, dingin (chilled), beku, kering, asin atau dalam air garam, termasuk yang diasap atau dimasak (direbus/kukus) dalam cangkang, serta tepung, bubuk, dan pelet dari crustacea maupun olahan udang dan produk turunannya.

Ishartini merinci, komoditas udang budi daya yang wajib memiliki dokumen CoA dari KKP untuk bisa ekspor ke Amerika meliputi 43 HS Code dari 12 subpos (subheading) yaitu 030617, 030636, 030695, 160521, 160529, 030619, 030639, 030699, 030990, 160420, 160540 dan 160569.

Ribuan dokumen CoA itu diterbitkan oleh UPT Badan Mutu KKP yang berada di Surabaya, Semarang, Balikpapan, Merak, Makasar, Lampung dan Cirebon. Dia juga menjelaskan bahwa sejatinya seluruh UPT Badan Mutu yang berjumlah 46 di seluruh Indonesia siap untuk melayani penerbitan CoA.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmen KKP sebagai quality assurance body produk perikanan Indonesia untuk menjamin ikan sehat, bermutu serta aman konsumsi bagi masyarakat serta memperkuat produk perikanan Indonesia menjadi champion di pasar internasional.

Berita Lainnya

Prabowo Minta Biaya Haji Tak Memberatkan Jemaah, Antrean Disebut 14 Tahun

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto meminta pemerintah menyusun skema biaya haji yang lebih terjangkau bagi jemaah. Di sisi lain, pemerintah juga diarahkan mencari...

Qodari: KRI Sriwijaya-100 Disiapkan untuk Pertahanan dan Penanganan Bencana

Jakarta - Indonesia kini memiliki KRI Sriwijaya-100 yang menjadi bagian dari kekuatan TNI Angkatan Laut sekaligus menambah kemampuan pertahanan maritim nasional. Kapal tersebut tidak...

Pemerintah Uji Coba Ambulans Udara untuk Percepat Evakuasi Medis di Daerah Terpencil

Jakarta - Pemerintah mulai menguji skema ambulans udara sebagai upaya memperluas akses masyarakat di wilayah terpencil terhadap layanan kesehatan. Uji coba dilakukan melalui simulasi...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS