Sinergi KKP – RRT Lindungi Ekosistem Laut Teluk Balikpapan 

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat implementasi kerja sama internasional dalam penyusunan rencana tata ruang laut. Penguatan kerja sama tersebut salah satunya dilakukan melalui training workshop Joint Marine Spatial Planning (MSP) Teluk Balikpapan bersama FISO Xiamen University, yang berlangsung belum lama ini di Xiamen, Republik Rakyat Tiongkok. 

Direktur Perencanaan Ruang Perairan Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut (Ditjen PRL) Abdi Tunggal Priyanto, menjelaskan penyusunan joint MSP bersama Xiamen University bertujuan untuk mewujudkan Teluk Balikpapan yang tangguh, terkendali, dan berkelanjutan dengan ekosistem yang tetap terjaga sejalan dengan pembangunan ekonomi yang produktif dan modern. 

“Kondisi alokasi ruang di Teluk Balikpapan saat ini mayoritas meliputi ekosistem mangrove, wilayah pemukiman nelayan, jalur lalu lintas kapal, dan habitat Pesut yang mulai punah. Apabila pembangunan dilakukan tanpa perencanaan yang terpadu dan berkelanjutan maka dapat menimbulkan konflik tata ruang dan dampak sosial, serta isu lingkungan,” jelas Abdi dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (22/11).

Oleh karena itu, penyusunan Joint MSP bersama Universitas Xiamen diharapkan jadi masukan teknis dalam revisi Perda Provinsi Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2023 dan integrasi ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). 

Dalam menghadapi tantangan seperti degradasi ekosistem, penangkapan ikan berlebih, dan konflik pemanfaatan ruang, KKP menempatkan perencanaan tata ruang laut sebagai fondasi utama, dengan lima pilar kunci meliputi keberlanjutan lingkungan, produktivitas ekonomi, inklusivitas sosial, penguatan berbasis sains, serta ketahanan iklim. Selain itu, strategi tersebut didukung oleh pengembangan ocean big data, kolaborasi lintas sektor, serta skema pendanaan inovatif seperti blue finance dan tata kelola karbon biru.

Staf Khusus Menteri KKP Bidang Penataan Ruang Laut dan Kerja Sama Luar Negeri, Dyah Erowati, yang turut terlibat dalam kegiatan ini menekankan pentingnya pembelajaran tentang perencanaan ruang laut dan wilayah dari pengalaman RRT. 

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam integrasi wilayah pesisir, Xiamen Coastal Development memberikan wawasan berharga bagi Indonesia dalam merancang zonasi laut yang mendukung ekonomi biru serta pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. 

“Kolaborasi ini juga dapat meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia KKP, khususnya dalam pengolahan data spasial dan transfer pengetahuan teknis untuk pengelolaan wilayah pesisir yang terintegrasi,” ujar Dyah. 

Dyah juga berharap KKP dapat memperdalam kerja sama pemanfaatan teknologi mutakhir seperti penginderaan jauh, kecerdasan buatan, dan pengelolaan karbon biru

Sebagai informasi, training workshop joint MSP Teluk Balikpapan di Xiamen merupakan kali ketiga dilaksanakan sejak perjanjian kerja sama KKP dengan China Ocean Development Foundation (CODF) ditandatangani pada Desember 2023 dan perjanjian kerja sama teknis antara Ditjen PRL dan FISO Universitas Xiamen disepakati tahun 2024. Pada tahun 2025, kegiatan difokuskan pada pemutakhiran perkembangan penyusunan MSP Teluk Balikpapan, baik dari sisi evaluasi rancangan rekomendasi teknis, analisis maupun pembandingan proses perencanaan ruang laut di Indonesia dan di RRT. 

Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, KKP terus bersinergi dengan berbagai pihak khususnya dalam penataan ruang laut yang berbasis ekonomi biru agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Berita Lainnya

Kemarau Meluas, Kementerian PU Tangani 3.288 Lokasi dan Salurkan 48,9 Juta Liter...

Jakarta - Pemerintah memperkuat langkah antisipasi menghadapi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Penanganan dilakukan dengan menyasar kebutuhan air untuk pertanian...

Sekolah Rakyat Ditegaskan Melengkapi Sekolah Negeri, Sasar Anak Keluarga Rentan

Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan program Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi sistem pendidikan nasional, terutama dalam memperluas akses bagi anak-anak dari keluarga kurang...

Prabowo Apresiasi Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada kontingen Indonesia setelah tim bulu tangkis beregu putra mempersembahkan medali emas pertama bagi Merah Putih di...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS