Begini Respons KPK soal Staf Ahli Kemensos Edi Suharto Ngaku Jadi Korban dalam Korupsi Bansos

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara soal pernyataan Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Kemensos, Edi Suharto, yang menyebut dirinya hanya menjalankan perintah jabatan dalam kasus dugaan korupsi bansos beras tahun 2020.

Plt. Deputi Penindakan dan Monitoring KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan pihaknya akan menghargai setiap keterangan yang disampaikan Edi, termasuk jika ia mengaku mendapat tekanan saat menjalankan tugas.

“Kami akan sangat menghargai keterangan-keterangan yang diberikan secara benar gitu ya,” ujar Asep, Jumat (3/10/2025).

Ia menambahkan, bila Edi merasa menjadi korban, penyidik tentu akan mendalami lebih jauh keterangan tersebut. “Kalau memang ditekan, kalau memang jadi korban, disampaikan kepada penyidik, dan tentu itu penyidik akan mendalaminya gitu ya,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, telah mengonfirmasi bahwa Edi resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama dua individu dan dua korporasi lain dalam perkara ini. Selain Edi, nama lain yang sudah terungkap ialah Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik (DNRL), Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo.

Sebagai langkah lanjutan, KPK juga menerbitkan surat pencegahan ke luar negeri untuk empat orang berinisial ES, BRT, KJT, dan HER (HT), yang berlaku sejak 12 Agustus 2025 selama enam bulan ke depan.

Berita Lainnya

Menkum Minta Jajaran Kemenkum Aktif Patroli Siber Pantau Keluhan Warga

Jakarta - Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas meminta jajarannya aktif melakukan patroli siber untuk memantau aspirasi, kritik, dan keluhan masyarakat terkait layanan Kementerian...

Pemkab Sigi Integrasikan Data Pertanahan dan Pajak untuk Dongkrak Pendapatan Daerah

Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, menggandeng Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sigi untuk mengintegrasikan data pertanahan dengan data...

HUT ke-18 PIRA, Novita Wijayanti Ajak Perempuan Tak Takut Deteksi Dini Kanker

Jakarta - Perempuan Indonesia Raya (PIRA) memperingati hari ulang tahun ke-18 dengan menggelar sosialisasi pencegahan kanker sekaligus pemeriksaan Pap Smear secara gratis bagi masyarakat. Kegiatan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS