Sekolah Rakyat Membuat Anak Kami Punya Harapan Lagi: Terima Kasih Pak Presiden

Jakarta – Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah Presiden Prabowo Subianto tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga menghidupkan kembali harapan di tengah keterbatasan.

Bagi para orang tua seperti Ibu Rama dan Pak Adi, program ini menjadi jawaban nyata atas doa dan perjuangan hidup mereka. Bagi siswa seperti Hasbi, Sekolah Rakyat adalah tempat untuk bermimpi lebih besar.

“Aku seneng banget. Alhamdulillah banget ada yang ngebantu. Sedangkan aku, sama sekali jujur aja aku emang gak mampu,” kata Ibu Rama (38), seorang ibu tunggal dari Ridwan, siswa Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Inten Suweno Jalan SKB No. 3, Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 14 Juli 2025.

Sebelumnya, Ridwan sempat berhenti sekolah karena dibuli teman-temannya karena belum lancar membaca. Namun setelah mendapat motivasi dari pendamping sosial, Ridwan kembali bersemangat dan akhirnya mendaftar ke Sekolah Rakyat.

“Dia dibuli terus. Dibulinya karena dia tuh belum bisa baca… Aku gak maksa, Pak. Soalnya dia mau sendiri,” kenang Ibu Rama. “Terejamin banget [di Sekolah Rakyat]. Aku nyaksiin sendiri, ngeliat sendiri. Maksudnya anak aku tuh dirawat benar-benar. Nah itu yang aku seneng. Kedisiplinan, bersih.”

Pak Adi Sumirat (46), seorang penjual donat keliling, juga merasakan langsung dampak dari hadirnya Sekolah Rakyat. Putrinya, Asya, kini bisa kembali sekolah dengan tenang, tanpa membebani keuangan keluarga.

“Pas itu ada yang dari Kemensos datang ke rumah, ngejelasin bahwa Sekolah Rakyat gini, gini, gini. Katanya putri saya itu masuk calon ke Sekolah Rakyat… Sampai dari pendamping kirim WA, bawa minta nomor sepatu, seragam, semuanya. Segala buku semua ditangguh katanya. Pokoknya makan gratis. Pokoknya fokus belajar gitu. Alhamdulillah, kata saya. Makanya terharu juga,” ujar Pak Adi di lokasi yang sama.

Ia menegaskan bahwa program ini benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Terima kasih untuk Bapak Presiden atas didirikannya Sekolah Rakyat. Sangat membantu sekali kepada keluarga-keluarga seperti kami yang berpenghasilan rendah. Minimal, hanya untuk bisa makan saja, alhamdulillah.”

Sementara itu, Hasbi (12), siswa di Sekolah Rakyat, punya mimpi besar yang tumbuh dari ruang kelas sederhana. Ia ingin membalas cinta ibunya suatu hari nanti.

“Yang paling utama itu mau naikin kedua orang tua naik haji. Terus sampai satu keluarga gitu maunya. Terus membahagiain. Sampai besar ya. Terus sama bikin bangga deh pokoknya,” ucap Hasbi dengan penuh keyakinan.

Ia mengaku senang bisa sekolah di sini karena tak perlu membebani orang tua. “Seharusnya mengurangi beban orang tua. Lagi juga enak. Gratis, gratis juga. Banyak temannya, jadi nambah teman.”

“Terima kasih Pak Prabowo karena sudah ada Sekolah Rakyat ini. Jadi bisa semua anak-anak yang seperti Hasbi bisa sekolah. Terima kasih.”

Tak hanya Hasbi. Ibu Rama pun menutup ceritanya dengan doa yang tulus untuk Prabowo .

“Terima kasih Pak Presiden. Sudah membantu kami, orang yang benar-benar… Terima kasih banyak. Mudah-mudahan, biar diberi kesehatan terus, panjang umur. Biar dimurahkan rezekinya. Banyak. Amin ya Allah, ya Rabbal Alamin…”

Sekolah Rakyat kini menjadi simbol harapan baru. Bagi mereka yang dulu terpinggirkan dari akses pendidikan, program ini bukan sekadar solusi, tetapi penyambung cita-cita dan bukti bahwa negara hadir untuk memutus tali kemiskinan lewat pendidikan.

Berita Lainnya

Bonus Demografi Jakarta Capai 71,63 Persen, Rano Karno Soroti Potensi Ekonomi Kreatif

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai Karang Taruna memiliki posisi penting dalam mempersiapkan generasi muda yang produktif, kreatif, serta memiliki kepedulian...

Pilkades Bekasi Usai, 154 Kades Terpilih segera Dilantik 4 November 2026

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menetapkan jadwal pelantikan 154 kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak 2026 pada 4 November 2026. Jadwal tersebut tercantum...

Lampaui Target 2029! LP2B Nasional Kini Capai 87,63 Persen

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya dalam melindungi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai bagian penting dari upaya...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS