Ilmu Intelijen Penting Dikuasai Lembaga Negara Khususnya Penegak Hukum

JAKARTA – Wakil Direktur SKSG UI, Prof Eva Achjani Zulfa mengatakan bahwa kajian ketahanan intelijen sebenarnya menjadi kebutuhan penting bagi seluruh aspek, khususnya dalam sektor ketahanan pangan, ketahanan militer, hingga penegakan hukum.

Bahkan ketahanan nasional kini sudah menjadi program studi tersendiri di dalam Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, serta ilmunya pun terus berkembang sampai dengan saat ini.

“Kajian ketahanan nasional termasuk di dalamnya adalah ketahanan intelijen. Tentu teorinya berkembang, perspektifnya berkembang,” kata Prof Eva dalam pembukaan seminar Tantangan dan Kompleksitas Intelijen di kampus UI Jakarta, Jumat (13/12).

Sejauh ini, sebenarnya semua lini kelembagaan di Indonesia seharusnya memiliki pemahaman dan kepakaran intelijen masing-masing, sehingga dalam pelaksanaan kinerja mereka jauh lebih efektif.

“Perkembangan militer, ketahanan politik, kesehatan, pangan, dan di dalamnya bagaimana ketahanan dalam penegakan hukum,” ujarnya.

Bahkan ia pun berseloroh tentang kurangnya daya tarik pendidikan intelijen bagi para jaksa di Indonesia. Hal ini menurutnya gelar yang didapat bukan Sarjana atau Magister Hukum, melainkan Magister Sains (MS.i).

“Bahkan 80% dari fungsi Kejaksaan adalah di bidang intelijen, tapi Jaksa-jaksa kita nggak mau sekolah tentang intelijen, karena gelarnya M.Si bukan S.H,” celetuk Eva yang disambut gelak tawa hadirin.

Begitu juga dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam berbagai aspek penegakan hukum termasuk di dalamnya adalah persoalan money laundry atau praktik pencucian uang. Dalam membongkar kasus-kasus ini, ilmu intelijen penting dimiliki oleh para penyidik.

“Teman-teman KPK misalnya, mau nggak mau kita bicara anti korupsi, TPPU, money laundry, itu tema-tema besar dalam perspektif intelijen,” tuturnya.

Seminar ini dihadiri oleh para pakar dan praktisi, mulai dari praktisi intelijen Aloysius Made, alumni KSI SKSG UI yang juga praktisi intelijen yakni I Gusti Ngurah Bagus Sucitra.

Kemudian hadir juga Wakil Kepala Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Brigjen Pol I Made Astawa, serta dosen tetap Prodi Kajian Ketahanan Nasional SKSG UI Stanislaus Riyanta.

Berita Lainnya

Menlu Sugiono Tegaskan Palestina Jadi Ujian Penegakan Hukum Internasional

Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan isu Palestina menjadi salah satu ujian paling jelas terhadap konsistensi penegakan hukum internasional sekaligus menjadi ujian...

Prabowo Telepon Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menelepon lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah untuk memberikan ucapan selamat setelah berhasil meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia...

Bonus Demografi Jakarta Capai 71,63 Persen, Rano Karno Soroti Potensi Ekonomi Kreatif

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai Karang Taruna memiliki posisi penting dalam mempersiapkan generasi muda yang produktif, kreatif, serta memiliki kepedulian...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS