WALHI Sebut Ada Tujuh Perusahaan Penyebab Bencana di Sumut!

Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) menyebutkan bahwa bencana yang terjadi di delapan kabupaten di Sumatera Utara bukan merupakan bencana yang disebabkan oleh hujan ekstrem. Direktur Eksekutif WALHI, Rianda Purba menilai bahwa peristiwa terjadi adanya aktivitas ekploitasi terhadap hutan.

Setidaknya menurut WALHI ada tujuh perusahaan ekstraktif sebagai pihak yang bertanggung jawab atas bencana ekologis yang paling parah melanda wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. “Ini adalah bencana ekologis akibat kegagalan negara mengendalikan kerusakan lingkungan. Setiap banjir membawa kayu-kayu baesar, dan citra satelit menunjukkan hutan gundul di sekitar lokasi, dan ini bukti campur tangan manusia,” tegasnya dalam konfrensi pers di Medan, hari ini.

Setidaknya ada empat poin yang menjadi tuntutan WALHI terkait bencana tersebut, yakni:

  1. Menghentikan dan mengevaluasi aktivitas industri kreatif.
  2. menindak tegas pelaku perusakan dan memproses hukum ketujuh perusahaan yang terindikasi merusak hutan di DAS Batang Toru.
  3. Menetapkan kebijakan perlindungan ekosistem Batang Toru dan mengitegrasikan perlindungan ekosistem ke dalam Rencana Tata Ruang (RTRW) secara nasional.
  4. Memastikan kebutuhan dasar penyintas, dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak dan mengevaluasi wilayah rawan bencana.

Berita Lainnya

Berikan Kuliah Umum di UIN Datokarama Palu, Menteri Nusron Bangun Kesadaran Mahasiswa...

Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya nilai ekonomi tanah melalui kepastian hukum...

Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf, Menteri ATR/Kepala BPN Serahkan 33 Sertipikat untuk Rumah...

Jakarta - Percepatan sertipikasi terhadap tanah wakaf dilakukan untuk memperkuat legalitas aset keagamaan di berbagai daerah. Di Sulawesi Tengah, langkah itu ditandai dengan penyerahan...

Aggota Komisi V DPR RI Dorong Digitalisasi Desa untuk Promosikan Produk Lokal

Jakarta - Komisi V DPR RI, melalui anggotanya Novita Wijayanti, menegaskan pentingnya langkah konkret dalam mendorong kemajuan desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Karena digitalisasi...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS