Sebut PPN Harus Naik, Arief Poyuono : Kalau Gak Gimana Negara Bayar Utang Peninggalan Jokowi?

JAKARTA – Pengamat Politik Arief Poyuono turut angkat bicara terkait kebijakan pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen.

Menurutnya, kebijakan menaikkan tarif PPN tersebut memang harus diambil oleh pemerintah untuk membayar utang negara yang selepas lengsernya Joko Widodo (Jokowi) dari kursi Presiden RI.

Pasalnya, utang yang ditinggalkan Presiden ke-7 tersebut ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, telah mencapai ribuan triliun rupiah.

“PPN harus naik ke 12 persen. Sebab kalau tidak naik, gimana nanti negara mau bayar utang peninggalan @jokowi yang mencapai ribuan triliun,” ujar Arief dalam cuitannya, seperti dikutip Holopis.com, Jumat (20/12).

Menurutnya, tidak ada cara lain bagi negara untuk dapat membayar utang-utang negara yang menumpuk, pasca pergantian kepemimpinan dari era Jokowi ke Prabowo, selain menaikkan tarif perpajakan.

Terlebih, kata Arief melanjutkan, nilai kurs mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah, yang kini sudah di atas Rp16.000 per dolar AS.

“Coba gimana pikirin kalo ada cara lain untuk tidak naikin pajak. Apalagi kurs rupiah terhadap US dollar sudah di atas 16.000 rupiah,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi sebesar 12 persen mulai tahun 2025 mendatang. Kebijakan ini mendapat penolakan oleh masyarakat karena dinilai memberatkan.

Namun di sisi lain, pemerintah juga memberikan stimulus dalam bentuk bantuan perlindungan sosial untuk kelompok masyarakat menengah ke bawah, serta insentif perpajakan, guna melindungi daya beli masyarakat dan perekonomian.

Adapun untuk bantuan perlindungan sosial diberikan pemerintah dalam bentuk bantuan pangan, diskon listrik 50 persen, dan sebagainya.

Berita Lainnya

Pemerintah Pastikan Harga BBM Belum Naik di Tengah Ketegangan Iran–Israel

Jakarta - Pemerintah memastikan belum ada rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas akibat konflik Iran–Israel. Menteri Sekretaris...

Kemhan: Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Total Korban Jadi Tiga

Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan adanya tambahan korban dari prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon. Dua prajurit dilaporkan meninggal...

Perkuat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Wamen Ossy: Targetkan Peta LSD Baru...

Jakarta - Pemerintah berencana memperkuat pelaksanaan pengendalian alih fungsi lahan sawah melalui penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di berbagai wilayah Indonesia. Pada Maret...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS