Jakarta – Pemerintah bakal membangun hunian vertikal berupa rumah susun (rusun) bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran rel kereta api di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Pembangunan ini akan memanfaatkan lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan status Hak Guna Bangunan dari PT Angkasa Pura Indonesia.
Lahan seluas 1,4 hektare yang akan digunakan berada di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, dengan jarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi permukiman warga di bantaran rel.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, telah meninjau langsung lokasi tersebut pada Minggu, 29 Maret 2026. Dalam peninjauan itu, ia menyampaikan bahwa pembiayaan pembangunan rusun akan melibatkan kerja sama dengan sektor swasta.
“Konsep yang akan dikembangkan adalah tanahnya tetap punya BUMN. Jadi nanti ada teman-teman swasta yang bantu bangun,” kata Maruar di lokasi.
Meski demikian, Maruarar belum merinci secara lengkap terkait desain maupun jumlah unit yang akan dibangun. Ia menargetkan proyek ini dapat mulai berjalan pada Mei 2026.
“Karena kita butuh kecepatan untuk menyediakan rumah-rumah ini buat seluruh saudara kita,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa rusun tersebut kemungkinan besar akan menggunakan skema sewa dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat.
“Kemungkinan besar adalah akan kita sewa dengan sangat murah. Disesuaikan dengan kemampuan mereka,” ucapnya.
Proyek pembangunan ini ditargetkan selesai dalam waktu sekitar delapan bulan sejak peletakan batu pertama yang direncanakan berlangsung pada Mei mendatang. Hunian tersebut akan diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Bahwa prioritas kita tentu Untuk seluruh masyarakat kita yang belum memiliki Rumah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke kawasan bantaran rel di Senen pada Kamis, 26 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia menyatakan komitmennya untuk menyediakan hunian yang lebih layak bagi warga setempat.
“Mendengar aspirasi masyarkat di sana, Insya Allah kita akan segera membangun hunian yang layak untuk masyarakat di daerah tersebut dengan cepat,” tegas Prabowo, seperti dikutip dari unggahan akun resmi Instagramnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa lokasi hunian yang direncanakan berada sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Jakarta.
“Pak Presiden ingin membangunkan rumah layak untuk warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api, 3 km dari pusat kota Jakarta,” bebernya.
