Pramono Resmikan Dua JPO Berornamen Budaya Lokal di Jakarta Barat dan Timur

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan seluruh proyek galian di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, harus selesai paling lambat akhir Oktober 2025. Foto: Antara

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) baru yang berada di Pesanggrahan, Kembangan, Jakarta Barat, serta Pangkalan Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2025).

Peresmian dilakukan dalam satu hari sebagai bagian dari penguatan infrastruktur ramah pejalan kaki di Ibu Kota. Pramono menyampaikan bahwa pembangunan kedua JPO tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, pembangunan JPO tidak semata-mata ditujukan untuk memperlancar mobilitas warga, tetapi juga dirancang agar memiliki nilai estetika yang merepresentasikan identitas budaya setempat.

Menurut Pramono, kehadiran JPO menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang aman, inklusif, sekaligus membanggakan bagi masyarakat Jakarta.

“Kami ingin membangun infrastruktur yang bukan hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai seni dan mencerminkan kearifan lokal masyarakat di sekitarnya,” ujarnya di JPO Pesanggrahan, Selasa.

Pembangunan kedua JPO tersebut berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan, mulai Mei hingga Desember 2025. Proses konstruksi dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan pengguna, serta mutu bangunan.

JPO Pesanggrahan memiliki bentang sepanjang 31,1 meter. Desainnya mengadopsi simbol khas Jakarta Barat, yakni ikan cupang serit dan anggrek dendrobium. Kedua unsur tersebut merepresentasikan keindahan, keharmonisan, keberanian, semangat pantang menyerah, serta pertumbuhan berkelanjutan.

Konsep tersebut dituangkan dalam bentuk fasad jembatan yang menyerupai sirip ikan, lengkap dengan ornamen ikan cupang serit serta motif anggrek dendrobium pada penutup bangunan lift.

“Desain ini sekaligus menjadi simbol karakter masyarakat Jakarta Barat yang dinamis dan terus berkembang,” imbuhnya.

Sementara itu, JPO Pangkalan Jati yang berlokasi di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, memiliki panjang bentang sekitar 27,8 meter. JPO ini mengusung tema daun pinang, yang berkaitan erat dengan asal-usul nama kawasan Cipinang.

Gubernur Pramono menjelaskan, motif daun pinang dipilih karena merepresentasikan keteguhan, kehidupan, dan pertumbuhan. Nilai tersebut dianggap mencerminkan semangat warga Cipinang Melayu yang terus bergerak maju tanpa melupakan akar budaya.

Kedua JPO dilengkapi fasilitas lift yang ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta orang tua yang membawa balita. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menambahkan sistem pencahayaan dekoratif dan kamera pengawas (CCTV) guna meningkatkan kenyamanan dan rasa aman pengguna.

Pramono berharap keberadaan JPO ini tidak hanya meningkatkan keselamatan pejalan kaki, tetapi juga memperkuat identitas Jakarta sebagai kota modern yang tetap menjunjung nilai budaya.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan sarana penyeberangan yang aman sekaligus ruang publik yang membanggakan, yang mencerminkan Jakarta sebagai kota global, tetapi tetap berakar pada budaya,” urainya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan warga.

“Harapannya, masyarakat ikut merawat, karena ini memang JPO juga untuk disabilitas, lansia, dan ada liftnya, sehingga kami sungguh sangat berharap kita rawat bersama-sama,” tambahnya menutup.

Pos terkait