Jakarta -Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang nyaman bagi pelari maupun pejalan kaki. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi ibu kota sebagai destinasi sport tourism atau wisata olahraga berkelas dunia.
Upaya pengembangan sport tourism di Jakarta dilakukan melalui peningkatan infrastruktur, penataan ruang publik, serta penyediaan fasilitas olahraga yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menghadiri agenda flag off kategori Half Marathon dalam ajang Telkomsel Digiland Run 2026 yang berlangsung di Gelora Bung Karno pada Minggu, 17 Mei 2026.
“Saya berkomitmen mewujudkan kota yang ramah bagi pelari maupun pejalan kaki melalui pembenahan infrastruktur, ruang publik, serta fasilitas olahraga yang aman dan nyaman,” kata Pramono.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat Jakarta untuk aktif berolahraga. Selain itu, ajang tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan Jakarta sebagai kota modern yang sehat, terbuka, dan menarik bagi wisatawan mancanegara.
Pramono turut mengingatkan seluruh peserta agar selalu mengutamakan keselamatan serta mengikuti seluruh arahan panitia selama perlombaan berlangsung. Ia juga mengajak peserta untuk menjaga semangat sportivitas dan saling memberi dukungan di sepanjang lintasan.
“Saling mendukung sesama peserta dan nyalakan semangat juang di sepanjang lintasan agar dapat finis dengan kuat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Telkomsel Digiland Run 2026 mengusung tema “The RACEvolution” dan diikuti lebih dari 12.500 peserta dari berbagai kategori lomba, mulai dari Half Marathon (21K), 10K, hingga 5K. Event ini juga diikuti pelari internasional dari sejumlah negara.
Ajang lari tersebut telah memperoleh sertifikasi World Athletics Label Road Races. Sementara itu, rute Half Marathon dan 10K juga sudah mengantongi International Measurement Certificate dari World Athletics dan Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Pengakuan ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan lomba lari di Jakarta telah memenuhi standar internasional.
