Jakarta – Pemerintah terus memantau dampak lonjakan harga komoditas global yang berpotensi memengaruhi berbagai sektor di dalam negeri, termasuk bahan baku plastik.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah merumuskan sejumlah skema untuk mengantisipasi kenaikan harga yang dipicu dinamika geopolitik global.
“Yang terjadi dinamika di tempat lain itu akan memengaruhi di tempat kita dan memengaruhi banyak sektor. Kalau tadi kita bicara sektor BBM, maka banyak komoditas lain juga ikut terdampak, salah satunya masalah plastik,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).
Ia menegaskan, pemerintah secara intensif memantau perkembangan harga komoditas dunia yang berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat, mulai dari bahan baku industri hingga kebutuhan pokok.
“Kami pemerintah terus-menerus setiap hari memonitor seluruh komoditas yang terkena dampak terhadap kenaikan-kenaikan harga di dunia,” lanjutnya.
Terkait langkah konkret untuk menekan lonjakan harga, Prasetyo mengungkapkan bahwa berbagai opsi masih dalam tahap pembahasan. Ia menilai penanganan persoalan ini membutuhkan proses yang tidak sederhana.
“Itu skema-skema sedang kita terus diskusikan. Menyelesaikannya tidak serta-merta mudah,” kata Prasetyo.
Sebagai ilustrasi, ia menjelaskan bahwa upaya menjaga stabilitas pasokan minyak memerlukan waktu, termasuk mencari sumber baru yang sebelumnya belum menjadi mitra Indonesia.
“Ini kan butuh waktu. Tapi yang pasti adalah kita mencari terus skema-skema untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan yang kemudian terdampak akibat dari situasi geopolitik,” ujarnya.
