Jakarta – Pemerintah memastikan belum ada rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas akibat konflik Iran–Israel.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah koordinasi antara pemerintah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Pertamina, atas arahan Presiden.
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Prabowo Gugah Investor Jepang: Danantara Jadi Jaminan Keamanan Investasi dengan Indonesia
Dari hasil koordinasi tersebut, disepakati bahwa harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tidak akan mengalami penyesuaian dalam waktu dekat.
“Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi,” jelasnya.
Prabowo Ajak Pengusaha Jepang Investasi di Indonesia: Filosofi Kami Seribu Teman Terlalu Sedikit
Pemerintah juga menegaskan bahwa pasokan BBM tetap aman dan terkendali. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak panik atau khawatir terhadap kemungkinan kelangkaan maupun kenaikan harga.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin, dan harga tidak mengalami penyesuaian,” tambahnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat di tengah dinamika global yang tidak menentu.
