Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa meningkatnya harga plastik saat ini dipengaruhi oleh kenaikan biaya bahan baku yang berkaitan dengan dinamika konflik Iran dan Amerika.
“Itu kenapa (plastik) naik, kan? Karena bahan bakunya juga naik, kan? Dia kalau nggak salah dari nafta dan petroleum lah. Ketika naik, ya naik juga. Tapi nanti kalau turun, ya turun juga,” kata Purbaya dikutip, Sabtu (11/4/2026).
Ia menambahkan, hingga kini belum ada pengajuan dari pelaku industri dalam negeri terkait permintaan relaksasi atau pembebasan tarif bea masuk untuk bahan baku plastik.
“Minta (kemudahan bea masuk) ke Kemenperin, terus ke saya. Itu (harga plastik) naik karena bahan bakunya juga naik, tapi ketika turun, akan turun juga,” ujar Purbaya.
Menurutnya, pelaku industri sebaiknya terlebih dahulu melakukan komunikasi dan pembahasan dengan Kementerian Perindustrian terkait kemungkinan permohonan keringanan bea masuk untuk bahan baku seperti nafta dan LPG.
Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa apabila pemerintah nantinya mengeluarkan kebijakan guna melindungi industri plastik dalam negeri, maka kebijakan tersebut kemungkinan hanya akan bersifat sementara.
“Seandainya ada kebijakan pun, pasti akan kami pertimbangkan. Tapi mereka belum ke saya, jadi saya nggak tahu,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada koordinasi ataupun pembicaraan langsung dengan pihak Kementerian Perindustrian terkait rencana pemberian insentif tersebut.
“Belum, tidak pernah telepon saya,” pungkasnya.
