Kembangkan Potensi Ekonomi Bolsel, Wamen Viva Yoga Dorong Timur Tengah Ideal Jadi Kawasan Transmigrasi

Jakarta – Mengembangkan potensi daerah lewat program transmigrasi bagi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menjadi prioritas. Mengubah lahan-lahan kosong di kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Utara itu menjadi kawasan yang produktif dengan mendatangkan transmigran, baik trans lokal maupun trans umum, diharap dipercepat. Harapan itu disampaikan Bupati Bolsel Iskandar Kamaru saat beraudensi dengan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Gedung C, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, (4/3/2026)

Iskandar Kamaru datang ke Kementrans tidak sendirian, ia didampingi Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, Ketua DPRD Arifin Olii, dan jajaran dinas terkait. Kedatangan mereka untuk mengajukan wilayah yang berada di Kecamatan Pinolosian Timur dan Pinolosian Tengah sebagai kawasan trasmigrasi. “Rencana kawasan transmigrasi (RKT) ini sudah kami ajukan sejak tahun 2012”, ujarnya. RKT yang diajukan mencakup 20 desa dengan wilayah seluas 32.472, 13 Ha.

Bacaan Lainnya

Iskandar Kamaru ingin Bolsel khususnya kawasan transmigrasi yang diajukan berkembang sebab di sana menyimpan banyak potensi pertanian dan perikanan. Disebut potensi pertanian adalah kelapa, cengkih, kakao, pala, jagung, padi, dan kopi. “Di sektor perikanan ada tuna, cangkalang, tongkol, dan kakap merah”, paparnya.

Ditambahkan di Bolsel juga tersimpan potensi wisata. Sebagai kabupaten yang memiliki garis pantai, wisata bahari, mangrove, dan teluk bisa dikemas menjadi tujuan wisata yang menarik wisatawan regional maupun nasional.

“Bila RKT disetujui, kawasan yang ada kami namakan kawasan transmigrasi Timur Tengah Ideal”, ujar Iskandar Kamaru. Nama Timur Tengah diambil dari nama kecamatan Pinolisian Timur dan Pinolisian Tengah. “Dari kawasan ini kita bangun kawasan yang mandiri, terintegrasi, dan sejahtera untuk masa depan Bolsel”, tambahnya.

Viva Yoga antusias mendengar pemaparan potensi besar di Bolsel yang hendak dikembangkan lewat program-program Kementrans. Dikatakan, program transmigrasi saat ini menjadi model pembangunan di daerah. Banyak bupati ingin daerahnya ada kawasan transmigrasi. “Ada 56 kabupaten yang mengajukan RKT”, ujarnya. “Selama tahun 2025 ada 61 RKT yang diajukan”, tambahnya. Dari Sulawesi Utara, kabupaten yang mengusulkan adalah Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, dan Bolsel.

Terkait usulan RKT dari Bolsel, Kementrans sudah melakukan analisa kelayakan. “Nilainya 95,20”, ungkapnya. Nilai ini menunjukan Timur Tengah Ideal layak menjadi kawasan transmigrasi. “Dengan demikian Kementrans menyatakan Timur Tengah Ideal layak menjadi kawasan transmigrasi”, Viva Yoga mempertegas.

Mengenai administrasi dan persyaratan teknis akan berproses. Dikatakan inti penetapan kawasan transmigrasi ke depannya kawasan itu harus mempunyai nilai tambah dan meningkatkan perekonomian dan sosial yang sifatnya Trickle-down effect. “Pertumbuhan ekonomi harus lebih cepat dibanding dengan kawasan lainnya”, ujar mantan Anggota Komisi IV DPR itu.

Komitmen mengembangkan daerah dengan program transmigrasi menjadi tanggung jawab Kementrans dan pemerintah kabupaten. “Kita akan terus mengawal dan membina Timur Tengah Ideal setelah sah ditandatangani oleh Pak Menteri”, paparnya.

Transmigrasi di Sulawesi Utara dilakukan sudah sejak tahun 1953. Di Bolsel yang dulunya masih bagian dari Kabupaten Bolaang Mongodow, transmigrasi dilakukan pada tahun 1983. “Transmigrasi yang dilakukan pada masa Presiden Sukarno dan Suharto, kawasan tersebut sudah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara”, ujarnya.

Kesejahteraan yang tercipta dari kawasan transmigrasi inilah yang membuat program ini menarik banyak orang untuk turut terlibat. Animo masyarakat dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Barat, Banten, NTT, Bali, dan Lampung yang ingin ikut Transmigrasi pada tahun 2024 tercatat hingga 4.217 KK.

Pos terkait