Jakarta – Kota Jakarta mencatat prestasi sebagai kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara. Capaian ini disebut tidak lepas dari kolaborasi erat antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga hasil kesadaran kolektif warga dalam menjaga lingkungan.
Indonesia Pernah Jadi “Guru”, Prabowo Ungkap Fakta Mengejutkan Pencak Silat Thailand dan Vietnam
“Ini bukan semata kerja kepolisian atau pemerintah. Peran masyarakat sangat besar dalam menciptakan rasa aman,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (11/4/2026).
Ia menekankan bahwa rasa aman harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan anak. Selain itu, keamanan di ruang digital juga menjadi perhatian penting seiring perkembangan teknologi.
“Semua pihak harus merasa aman, termasuk di ruang digital yang kini semakin luas dan kompleks,” katanya.
Meski demikian, Budi mengingatkan bahwa potensi kejahatan tetap ada dan dapat menimpa siapa saja tanpa memandang latar belakang profesi.
“Jangan melihat profesi seseorang. Siapa pun bisa menjadi korban, bahkan saya sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pribadi, seperti menjaga barang berharga dan menggunakan pengamanan tambahan saat parkir kendaraan.
Menurutnya, pencegahan kejahatan tidak cukup hanya mengandalkan patroli aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Pihak kepolisian memastikan akan terus berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kejahatan serta meningkatkan upaya pengungkapan kasus demi menjaga situasi tetap kondusif di ibu kota.
