Investasi di Luar Jawa Tembus Rp507,8 Triliun, Lampaui Realisasi di Pulau Jawa

Jakarta – Penyebaran investasi di Indonesia menunjukkan tren positif pada semester I 2026. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen dari total investasi nasional, melampaui capaian di Pulau Jawa sebesar Rp502,8 triliun atau 49,8 persen.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas investasi mulai tersebar ke berbagai wilayah, tidak lagi terkonsentrasi di kota-kota besar maupun Pulau Jawa.

Sejumlah daerah di luar Jawa bahkan berhasil masuk dalam jajaran wilayah dengan realisasi investasi tertinggi selama enam bulan pertama tahun ini.

“Provinsi Maluku Utara dan Sulawesi Tengah, misalnya, berhasil masuk dalam lima besar daerah tujuan investasi di Indonesia sepanjang semester pertama 2026,” ungkap Nurul dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Menurut Nurul, masuknya kedua provinsi tersebut dalam lima besar tujuan investasi mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah. Pertumbuhan investasi juga berpotensi memberikan dampak berantai bagi masyarakat, melampaui pembangunan pabrik atau fasilitas produksi semata.

Kehadiran proyek investasi dapat mendorong kebutuhan tenaga kerja sekaligus membuka peluang usaha baru di sekitar kawasan proyek. Sektor transportasi, penyediaan tempat tinggal, usaha kuliner, hingga berbagai layanan penunjang lainnya berpeluang ikut berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.

Pemerataan investasi diharapkan turut memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat di luar Jawa. Dengan begitu, warga daerah memiliki peluang untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan tanpa harus berpindah ke kota-kota besar.

“Inilah yang ingin kita lihat dari investasi. Bukan hanya modal yang masuk, tetapi kegiatan ekonomi yang tumbuh di dalam negeri. Investasi hadir, pekerjaan tumbuh, dan manfaat ekonominya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Nurul Ichwan.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa realisasi investasi di luar Jawa telah mengambil porsi lebih besar dibandingkan Pulau Jawa pada semester I 2026. Pemerintah berharap tren ini dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas manfaat investasi bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Berita Lainnya

Prabowo Perintahkan Percepatan Pemadaman Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Terbakar

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah meningkatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Langkah...

Pemerintah Imbau WNI di Arab Saudi Waspadai Situasi Keamanan Timur Tengah

Jakarta - Pemerintah Indonesia mengingatkan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah haji dan umrah, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul...

DPR Minta Prabowo Tetapkan Karhutla sebagai Bencana Nasional, Asap Disebut Ganggu Aktivitas...

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sebagai bencana...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS