Jakarta – Perayaan Imlek 2577 Tahun Kuda Api di Vihara Dharma Bhakti, Selasa (17/2/2026), tak hanya dipadati umat yang bersembahyang, tetapi juga ratusan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang berharap mendapatkan angpao.
Sejak pagi, para PMKS terlihat duduk berderet di depan pintu masuk vihara dan sepanjang pinggir jalan. Mereka menanti umat yang datang untuk beribadah, berharap memperoleh amplop merah berisi uang.
Kepadatan kerap memicu cekcok kecil di antara mereka, terutama saat antrean pembagian angpao mulai terbentuk. Beberapa di antaranya bahkan membawa anak-anak hingga bayi, dengan harapan bisa menarik simpati pemberi angpao. Anak-anak tampak bermain di sekitar lokasi, membuat suasana semakin riuh di tengah ramainya pedagang kaki lima.
Kondisi tersebut membuat petugas keamanan cukup kewalahan. Sesekali terlihat adu mulut antara PMKS dan petugas saat mencoba menertibkan kerumunan.
Salah satu PMKS, Atta, mengaku datang dari Tanah Abang menggunakan angkutan umum. Ia tiba sejak pukul 08.00 WIB untuk menunggu kesempatan mendapatkan angpao.
“Saya baru kali ini datang, berharap dapat angpao,” ujarnya. Hingga siang hari, ia mengaku telah menerima sekitar Rp50 ribu dari pengunjung.
Di sisi lain, suasana di dalam vihara berlangsung khidmat. Pengurus Yayasan Vihara Dharma Bhakti, Kong Tet Sen, menyampaikan ucapan Gong Xi Fa Cai dan berharap tahun baru membawa kesehatan serta kedamaian bagi seluruh umat.
Ia menjelaskan, persiapan Imlek telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya, termasuk membersihkan patung-patung sebagai bagian dari tradisi menyambut tahun baru. Menurutnya, jumlah umat yang datang bisa mencapai ribuan orang dan masih berpotensi bertambah karena vihara dibuka 24 jam selama perayaan.
Perayaan Imlek di Glodok tahun ini pun memperlihatkan dua sisi yang berdampingan: kekhusyukan ibadah di dalam vihara dan potret sosial warga yang menggantungkan harapan rezeki di luar gerbang.





