Jakarta – Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Dedi Mulyadi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perjanjian kerja sama (PKS) dengan Hotel Pullman Bandung di kawasan pusat Kota Bandung.
Ketua Komisi I DPRD Jabar, Rahmat Hidayat Jati, menyampaikan bahwa dukungan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam rapat kerja bersama sejumlah perangkat daerah, seperti Biro Umum Setda Jabar, Biro Hukum, Inspektorat, hingga Bappeda.
Menurutnya, evaluasi ini bertujuan memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar lebih optimal dan berpihak pada kepentingan daerah.
Selain itu, Komisi I juga menyoroti proyek revitalisasi kawasan ikonik Gedung Sate dan Lapangan Gasibu dengan nilai anggaran Rp12 miliar. Proyek yang telah berjalan sejak 6 April dan ditargetkan rampung pada 6 Agustus 2026 ini diminta untuk tidak menggunakan istilah asing dalam penamaan fasilitas baru.
“Hendaknya tidak menggunakan istilah ‘Plaza’, namun harap digunakan istilah yang bernuansa Sunda dalam Keputusan Gubernur (Kepgub)-nya nanti,” kata Rahmat.
Langkah tersebut diambil agar pembangunan di pusat pemerintahan Jawa Barat tetap mencerminkan identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Dalam rencana integrasi kawasan, proyek ini juga akan menutup sekitar 150 meter Jalan Diponegoro yang selama ini memisahkan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Area tersebut akan disatukan menjadi ruang terbuka hijau berupa taman luas.
DPRD memberikan catatan agar kawasan tersebut tetap difungsikan sebagai taman tanpa penambahan bangunan baru, guna menjaga estetika dan keseimbangan lingkungan.
Rapat kerja yang turut melibatkan BPKAD Jawa Barat memastikan bahwa seluruh pendanaan revitalisasi telah dialokasikan dalam APBD 2026. Saat ini, fokus utama adalah sinkronisasi aspek legalitas kerja sama dengan pihak ketiga serta percepatan pembangunan fisik.
Komisi I berharap langkah ini dapat meningkatkan tata kelola aset daerah sekaligus memperkuat nilai historis kawasan Gedung Sate sebagai simbol kebanggaan masyarakat Sunda.
