Ditjen Pesantren Dibentuk, Pemerintah Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Santri

Jakarta – Pemerintah memperkuat dukungan terhadap pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren) di Kementerian Agama pada 27 Maret 2026. Pembentukan lembaga tersebut ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 untuk mendukung pengembangan pesantren dan meningkatkan perannya dalam pembangunan nasional.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa kehadiran Ditjen Pesantren mencerminkan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap para santri dan lembaga pendidikan pesantren. Unit khusus setingkat eselon I ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan, meningkatkan mutu pendidikan, membina kegiatan dakwah, serta mendorong pemberdayaan ekonomi dan masyarakat pesantren.

“Alhamdulillah, di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama kini memiliki Direktorat Jenderal Pesantren, sebuah unit eselon I yang secara khusus menangani pengembangan dan penguatan pesantren. Kehadiran direktorat jenderal ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada pesantren, sekaligus memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan nasional,” kata Nasaruddin saat menyampaikan amanat pada Upacara Peringatan Hari Santri, Kamis (22/10/2026).

Nasaruddin berharap penguatan kelembagaan tersebut dapat membantu pesantren menjalankan tiga fungsi utamanya secara maksimal, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui bidang pendidikan, pesantren diharapkan mampu mencetak generasi berpengetahuan luas yang tetap menjunjung tinggi akhlak mulia.

“Melalui fungsi pendidikan, pesantren melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Melalui fungsi dakwah, pesantren menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa,” ucapnya.

Di bidang pemberdayaan masyarakat, pesantren juga diharapkan mampu menjadi penggerak kemandirian dan peningkatan kesejahteraan. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai upaya yang membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial maupun ekonomi di lingkungan sekitarnya.

“Dengan menjalankan ketiga fungsinya secara optimal, pesantren akan semakin berperan dalam pembangunan nasional dan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, tanpa kehilangan jati diri dan tradisi luhur yang menjadi kekuatannya,” tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangka memperingati Hari Santri yang jatuh setiap 22 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hari Santri 2026 mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan bahwa santri memiliki peran dalam membentuk masa depan bangsa, termasuk melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pemanfaatan teknologi, pengembangan inovasi, dan penerapan nilai-nilai moral.

“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia. Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini, bagi seorang santri, tidak boleh padam,” tuturnya.

Berita Lainnya

Bakom RI Buka Ruang Kritik, Syahganda Ajak Media Lokal Sampaikan Aspirasi Daerah

Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menegaskan pentingnya keterbukaan pemerintah dalam menerima kritik dan masukan dari masyarakat. Sejalan dengan arahan...

Prabowo Perkuat Dukungan untuk Pesantren, Pemerintah Soroti Kualitas Pendidikan Santri

Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Santri 2026 kepada para santri, kiai, nyai, pengasuh pondok pesantren, serta seluruh keluarga...

Prabowo Ucapkan Selamat Hari Santri 2026, Pesantren Jadi Perhatian Pemerintah

Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional 2026 kepada para santri, kiai, nyai, pengasuh pondok pesantren, serta...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS