Antisipasi El Nino, Pemerintah Perketat Pengawasan Harga dan Jaga Stok Pangan

Jakarta – Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap harga pangan seiring potensi dampak El Nino dan gangguan pasokan global. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan langkah ini bertujuan menjaga kestabilan harga, terutama untuk komoditas penting seperti kedelai.

“Nanti kami kumpulkan para importir. Jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” kata Menteri Amran sebelum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia turut meminta para importir kedelai agar mempertimbangkan kondisi masyarakat dengan tidak mendorong kenaikan harga. Untuk memastikan kebijakan berjalan optimal, Kementerian Pertanian akan memperkuat pemantauan serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Selain pengendalian harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, khususnya beras.

“Posisinya sangat aman. Bukan sekadar aman, tetapi sangat aman. Selanjutnya, kita fokus pada langkah menghadapi El Nino,” ujar Amran.

Saat ini, cadangan pangan nasional disebut berada dalam kondisi kuat dan akan dilaporkan kepada Presiden dalam rapat terbatas.

“Alhamdulillah, stok beras kita mencapai 4,6 juta ton hari ini. Pada April, insya Allah bisa mencapai 5 juta ton. Ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Sebelumnya, pada April hanya sekitar 1,5 hingga maksimal 2 juta ton. Artinya, sekarang hampir tiga kali lipat dan patut kita syukuri,” jelasnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan mendatang. Total cadangan pangan diperkirakan mencukupi kebutuhan dalam jangka panjang.

“Stok kita nanti sekitar 5 juta ton. Kemudian di sektor horeka (hotel, restoran, dan katering) terdapat sekitar 12,5 juta ton.”

“Selain itu, standing crop atau tanaman yang siap panen saat ini mencapai sekitar 11 juta ton. Totalnya sekitar 28 juta ton. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan ke depan,” ungkapnya.

Dengan perhitungan kebutuhan selama musim kemarau, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

“Pada musim kemarau sekitar enam bulan, berdasarkan pengalaman saat El Nino, kebutuhan sekitar 2 juta ton per bulan atau total 12 juta ton. Artinya, hingga sekitar Mei ke depan kita masih dalam kondisi cukup. Apalagi puncak panen terjadi pada Maret dan periode kering hanya enam bulan, sehingga kondisi tetap aman,” ujarnya.

Berita Lainnya

Rakor Bersama Pemda NTB, Menteri Nusron Sebut Integrasi Data Tanah dan Pajak...

Jakarta - Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak selalu harus ditempuh dengan menaikkan tarif pajak. Perbaikan tata kelola data justru menjadi kunci, terutama...

Kumpulkan Pengurus Organisasi Keagamaan Islam di NTB, Menteri Nusron Ajak Kerja Sama...

Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, bertemu dengan perwakilan organisasi keagamaan Islam se-Nusa Tenggara Barat (NTB), di...

Prabowo Apresiasi Satgas PKH, Penyelamatan Aset Rp370 Triliun Dinilai Dorong Pembangunan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang berhasil mengamankan kembali aset negara di kawasan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS