Anggaran Siap, Prabowo Buka Pintu Bantuan Asal Prosedurnya Jelas

Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah telah menyiapkan anggaran yang memadai untuk penanganan serta pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di saat yang sama, ia menegaskan pemerintah terbuka menerima bantuan dari berbagai pihak selama disalurkan melalui mekanisme yang transparan dan terkoordinasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025). Menurutnya, bantuan kemanusiaan tidak akan ditolak apabila niatnya tulus dan jalur penyalurannya jelas.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah dilaporkan oleh Pak Gubernur dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain mekanismenya. Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu ya kita jelas sebagai manusia masak menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas ya,” ujar Prabowo.

Presiden juga mempersilakan diaspora dari berbagai daerah, baik Aceh, Minangkabau, maupun Batak, yang ingin berkontribusi bagi masyarakat di wilayah terdampak. Ia meminta agar bantuan tersebut disampaikan secara resmi agar dapat dikoordinasikan oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Umpamanya ada diaspora Aceh di mana merasa terpanggil membantu di Aceh ya monggo silakan. Nanti kita salurkan. Ada diaspora Minang membantu apa itu silakan,” katanya.

Tak hanya dari dalam negeri, Prabowo menyatakan bantuan dari luar negeri juga dimungkinkan. Ia menilai koordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah penting agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.

“Kita kalau bantuan ikhlas dan tulus nanti kita serahkan. Mekanisme kita serahkan mungkin apakah nanti Gubernur Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara mungkin membuka rekening seperti apa,” lanjutnya.

Prabowo menekankan, bantuan boleh disalurkan langsung selama tetap berada dalam koridor koordinasi pemerintah. “Mungkin dana bantuan pascabencana mau kirim langsung silakan, dari dalam negeri memberi sumbangan silakan. Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas ya,” tegasnya.

Ia menutup dengan mengingatkan bahwa yang terpenting adalah keikhlasan tanpa kepentingan lain, agar fokus utama tetap pada percepatan pemulihan dan meringankan beban masyarakat terdampak.

“Karena kita mengalami, pernah dibantu-dibantu akhirnya ujungnya ada juga ya kan yang menagih. Tapi kita harus berpikir positif yang penting kita secepatnya bekerja untuk meringankan penderitaan rakyat kita, di manapun itu tujuan kita,” pungkas Prabowo.

Pos terkait