Jakarta – Upaya pemulihan infrastruktur dan konektivitas di wilayah Sumatra yang terdampak bencana terus dikebut. Sejumlah personel TNI saat ini fokus membangun jembatan bailey dan armco di berbagai titik strategis di Sumatera Barat (Sumbar) guna membuka kembali akses masyarakat.
Tercatat ada tujuh lokasi di Sumbar yang tengah dikerjakan. Pembangunan jembatan bailey dilakukan di Muaro Busuk, Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok; Kubu Sarunai Canduang, Kabupaten Agam; Kecamatan Aia Taganang, Kabupaten Agam; serta Durian Kilangan Koja, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.
Sementara itu, jembatan armco dibangun di Sampia, Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam; Nagari Bancah Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya; serta Salimpauang, Kecamatan Malalak.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Jumat (9/1/2026), personel TNI juga terus melakukan pembersihan jalan yang masih tertutup material longsor. Pekerjaan tersebut berlangsung di Desa Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, serta di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Selain membuka akses jalan, TNI turut membersihkan fasilitas umum dan rumah warga yang masih tertimbun lumpur sisa banjir dan longsor. Kegiatan ini dilakukan di sejumlah titik, antara lain Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kabupaten Padang; Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo Serah, Kota Padang; serta Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.
Pemulihan infrastruktur juga berlangsung di Sumatra Utara (Sumut) dengan progres yang cukup signifikan. Pembangunan jembatan bailey dan armco dilakukan di Lingkungan IV, Kelurahan Lubuk Raya, Kota Padangsidimpuan; Hutanabolong, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah; serta Desa Aek Nabara, Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, personel TNI turut memperbaiki ruas jalan yang terdampak bencana. Lumpur yang telah mengeras dibersihkan dan diangkut menggunakan truk. Sejumlah fasilitas umum di wilayah tersebut juga menjadi sasaran pembersihan, termasuk SDN 152892 dan SDN 152981.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat sekaligus mengembalikan konektivitas antarwilayah yang sempat terputus akibat bencana.




