Jakarta – Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI resmi membuka gelaran BPA Fair yang berlangsung hingga 21 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan lelang terbuka berbagai barang sitaan negara dari perkara yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Beragam aset bernilai tinggi dilelang dalam acara tersebut, mulai dari mobil mewah, tas premium, perhiasan, alat musik, hingga lukisan emas.
Kepala BPA Kejaksaan RI, Kuntadi, menyebutkan total terdapat 308 aset dalam 245 lot yang ditawarkan kepada masyarakat melalui mekanisme lelang terbuka dan transparan.
“Ini merupakan penjualan lelang yang terbesar dalam satu periode, karena rata-rata kami sebulan hanya menjual 10 sampai 20 item. Ini kita bisa mencapai 308 item dan ternyata kita mampu,” kata Kuntadi di Gedung BPA, Jakarta Timur, Senin.
Menurutnya, sebelum acara utama digelar, BPA lebih dulu mengadakan tahapan pre-event sejak 22 April 2026. Dalam periode tersebut, sejumlah aset telah berhasil terjual dengan nilai yang jauh melampaui harga limit.
Salah satu aset yang berhasil dilelang adalah sebidang tanah di Kabupaten Tangerang dengan harga awal Rp6,8 miliar.
“Alhamdulillah dengan mekanisme yang lebih terbuka, lebih transparan, dan publikasi yang masif maka tanah tersebut bisa kita jual di harga Rp32 miliar atau 460 persen dari nilai limit,” katanya.
Kuntadi mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap BPA Fair juga terlihat dari jumlah calon peserta lelang yang telah menyetor uang jaminan.
“Yang paling menggembirakan adalah sebanyak 400 peserta lelang telah menyetor uang jaminan lelang BPA Fair 2026 dengan nilai sebesar Rp12,7 miliar,” ucapnya.
Mantan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung itu menjelaskan masyarakat yang ingin mengikuti lelang dapat mengakses informasi melalui situs resmi BPA Fair.
Selain layanan daring, petugas juga disiagakan di Gedung BPA, Jalan Kebagusan Raya, Jakarta Timur, untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis saat pendaftaran.
“Kalau tidak bisa membuat akun, sudah kami siapkan petugas yang akan mendampingi membukakan. Kalau didampingi tidak punya perangkatnya, kami siapkan perangkat komputernya dan kita dampingi untuk bisa mengajukan lelang,” ucapnya.
