Jelang Idul Adha, Sudin KPKP Jakbar Beri Vitamin Anti-Stres untuk Hewan Kurban

Jakarta – Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Barat memberikan vitamin elektrolit anti-stres kepada hewan kurban di sejumlah tempat penampungan menjelang perayaan Idul Adha.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat, Tanti, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk membantu hewan kurban beradaptasi dengan kondisi lingkungan di Jakarta setelah didatangkan dari berbagai daerah.

“Kita ada pemberian vitamin. Pemberian vitamin itu elektrolit sebagai anti-stres hewan, karena kan hewan itu dari luar kota, jadi butuh beradaptasi,” kata Tanti dilansir Antara, Kamis (7/6/2026).

Ia menjelaskan, vitamin elektrolit diberikan melalui air minum hewan dengan dosis tertentu agar kondisi ternak tetap terjaga selama berada di tempat penampungan.

“Itu kita kasih elektrolit lewat minumannya. Jadi, satu gram itu untuk dua liter air,” ujar Tanti.

Selain pemberian vitamin, pihaknya juga menyiapkan prosedur penanganan apabila ditemukan hewan kurban dalam kondisi sakit. Hewan yang mengalami gangguan kesehatan akan dipisahkan sementara dari ternak lain agar tidak menularkan penyakit.

“Itu harus dipisahkan dari hewan-hewan yang sehat. Jadi, ada kandang isolasi untuk dipisahkan, dikasih pengobatan sampai benar-benar sehat, baru bisa digabung lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Barat melakukan pemeriksaan hewan kurban di Tempat Penampungan Hewan Kurban (TPnHK) kawasan Kemanggisan pada Kamis.

Pemeriksaan mencakup kelengkapan dokumen, kondisi kesehatan hewan, hingga kelayakan lokasi penampungan.

“Pertama, kita cek kelengkapan dokumen, mulai dari sertifikat veterinernya, kemudian Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal,” ungkap Tanti.

 

Petugas juga memeriksa usia hewan kurban melalui kondisi gigi untuk memastikan hewan memenuhi syarat kurban.

“Kalau cukup umur itu, kita cek giginya. Sudah gupak atau belum? Kalau misalnya sudah gupak, berarti hewan kurban tersebut sudah bisa dijadikan hewan kurban. Kemudian, kita lakukan pelayanan kesehatan ke hewan kurbannya,” imbuhnya.

Tak hanya hewan, kondisi tempat penampungan turut diperiksa guna mencegah gangguan terhadap lingkungan sekitar, termasuk pengelolaan limbah dan kenyamanan kandang.

“Misalnya, kita periksa jarak TPnHK dari permukiman, pembuangan limbahnya gimana, dan yang penting juga tempatnya harus teduh atau punya atap buat hewan kurbannya,” papar Tanti.

Berita Lainnya

Adian Sebut Driver Ojol Sambut Gembira Pemangkasan Potongan Aplikator Jadi 8 Persen

Jakarta - Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI, Adian Napitupulu, mengatakan para pengemudi ojek online (ojol) menyambut positif kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang...

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026 untuk UMKM, Asal Daftar

Jakarta - TVRI membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 tanpa dikenakan...

KPK Dalami Dugaan Aliran Uang Korupsi Bea Cukai, Pegawai Kemenkeu Diperiksa

Jakarta - Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dengan memeriksa seorang pegawai...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS