Jakarta – Sebanyak 4.500 umat Katolik diperkirakan akan menghadiri rangkaian Misa Natal di Gereja Katedral Jakarta Pusat pada Rabu malam, 24 Desember 2025. Antusiasme jemaat diprediksi tinggi, seiring persiapan pengamanan dan fasilitas yang telah disiapkan pihak gereja bersama aparat terkait.
Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, menjelaskan bahwa jemaat yang ingin mengikuti Misa Natal di dalam Gereja Katedral serta di Graha Pemuda lantai satu diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Sementara itu, umat yang beribadah di area luar gereja, seperti Plaza Maria, Aula Lantai 4, Graha Lantai 4, Graha Pemuda Lantai 4, hingga halaman depan Katedral, dapat langsung hadir tanpa proses pendaftaran.
“Kurang lebih sekitar 4.500-ab lah. Itu diikuti itu semua sampai ke depan tenda,” kata Susyana saat dikonfirmasi, dikutip Minggu, 21 Desember 2025.
Untuk menunjang kenyamanan jemaat, pengelola Gereja Katedral telah menyiapkan tiga titik kantong parkir, yakni di Sekolah Santa Ursula, Kantor Pos, dan Masjid Istiqlal.
Susyana juga menyampaikan bahwa Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral akan dibuka khusus pada 24 Desember 2025. Fasilitas ini memungkinkan jemaat yang memarkirkan kendaraannya di area Masjid Istiqlal untuk langsung menuju Gereja Katedral.
“Untuk tanggal 24 itu kita lagi mengatur untuk melakukan terowongan untuk khusus tanggal 24,” ujarnya.
Di sisi lain, aparat kepolisian telah melakukan pengecekan di sejumlah titik vital di kawasan Gereja Katedral guna memastikan keamanan jelang perayaan Natal. Pengecekan dilakukan pada Minggu, 21 Desember 2025, termasuk di area Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal dapat berlangsung aman, nyaman, dan khidmat,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Ia menjelaskan, sejumlah area yang menjadi fokus pengecekan meliputi tenda A dan tenda B Pospam, lorong Gereja Katedral, area dalam gereja, serta Graha Pemuda lantai satu.
Menurut Susatyo, langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapan pengamanan terpadu untuk memastikan personel, sarana prasarana, dan sistem pengamanan berjalan optimal menjelang puncak perayaan Natal.
Pengamanan dilakukan dengan melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta pengurus gereja guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan kepadatan jemaat.
“Kami ingin masyarakat, khususnya umat Kristiani, dapat melaksanakan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan,” tuturnya.




