TNI AU Angkut 14 Ton Cabai Petani Bener Meriah, Distribusi Udara Jadi Solusi Pascabencana

Pesawat milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus dikerahkan untuk membantu petani di Aceh yang terdampak bencana.

Jakarta – Pesawat milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus dikerahkan untuk membantu petani di Aceh yang terdampak bencana. Terbaru, pesawat Hercules A-1339 milik TNI Angkatan Udara mengangkut sekitar 14 ribu kilogram cabai serta sejumlah komoditas pertanian lainnya dari Kabupaten Bener Meriah.

“Melaporkan dukungan pesawat untuk mengangkut logistik dan personel di Bandara Rembele (Kabupaten Bener Meriah),” demikian keterangan resmi TNI Angkatan Udara, Kamis (17/12).

Bacaan Lainnya

Selain membawa hasil bumi, pesawat Hercules tersebut juga menyediakan ruang bagi warga Aceh yang membutuhkan transportasi. Sebanyak 20 kursi disiapkan bagi penumpang dengan prioritas lansia, ibu, dan anak-anak.

Pesawat Hercules A-1339 yang dipiloti Kapten Pnb. Alwi ini melayani rute Bandara Rembele menuju Pangkalan Udara Soewondo di Medan, Sumatera Utara, dan sebaliknya.

Dalam dokumentasi video yang dirilis, terlihat puluhan karung cabai dipindahkan dari truk ke dalam badan pesawat. Tidak hanya cabai, sejumlah komoditas pertanian lain seperti tomat dan kol juga turut dimuat ke dalam lambung Hercules.

Pengangkutan hasil panen petani terdampak bencana ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Presiden menegaskan pentingnya memastikan para petani tetap memperoleh penghasilan meski terdampak bencana.

“Percayalah pemerintah akan bekerja sangat keras. Habis-habisan untuk membantu bapak-bapak, ibu-ibu sekalian di sini. Kita akan bersama bapak-bapak ibu-ibu, jangan khawatir Anda tidak sendiri,” ujar Prabowo saat meninjau sejumlah lokasi pengungsian di Aceh Tengah dan Bener Meriah, 12 Desember lalu.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar menjelaskan bahwa pengiriman hasil panen melalui jalur udara dilakukan karena distribusi darat masih terkendala dampak bencana. Menurutnya, pengangkutan hasil pertanian menggunakan pesawat Hercules maupun helikopter telah dilakukan sejak 8 Desember guna memastikan hasil panen petani tetap dapat dipasarkan.

Pos terkait